Senin, 16 Desember 2019

Kadar trigliserida tinggi sering dialami pasien yang memiliki kadar asam urat yang tinggi serta menderita penyakit asam urat. Tetapi apakah kadar trigliserida yang tinggi ini berkaitan langsung sebagai penyebab asam urat? Berikut ulasannya.



Mengenal Trigliserida
Trigliserida adalah jenis lemak darah yaitu bentuk kimia dari lemak yang ditemukan dalam makanan dan tubuh manusia. Lemak tersebut sangat penting sebagai sumber energi dan merupakan bentuk lemak paling umum dalam sistem tubuh manusia. Jika tubuh manusia tidak membakar seluruh kalori yang berasal dari makanan yang dimakan, maka kalori tersebut akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel-sel lemak di bawah kulit. Kemudian sel-sel lemak tersebut akan dibakar sebagai energi di antara jam-jam makan utama (sarapan – makan siang – makan malam).

Namun, masalah terjadi ketika tubuh menyimpan trigliserida lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan kadar lemak darah mulai meningkat dan kondisi ini disebut sebagai memiliki kadar trigliserida tinggi. Peningkatan kadar trigliserida berdampak negatif pada kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, tingginya kadar gula darah, dan penumpukan lemak di sekitar pinggang.

Semua kondisi kesehatan tersebut bisa meningkatkan resiko terhadap penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Bagaimana mengetahui kadar trigliserida seseorang itu tinggi? Kadar trigliserida hanya bisa diukur dengan tes darah. Jika trigliserida berada di kisaran 150 mg/dL maka masih dalam batas normal , tetapi jika kadarnya mencapai lebih dari 200 mg/dL berarti memiliki trigliserida tinggi.
Penyebab Asam Urat: Akibat Tingginya Kadar Trigliserida?

Kelebihan trigliserida memang seringkali dilaporkan terjadi pada pengidap penyakit asam urat dan atau yang memiliki kadar asam urat tinggi. Tetapi apakah kadar trigliserida yang tinggi ini berkorelasi  langsung sebagai penyebab asam urat ternyata masih belum jelas.

Tingginya kadar trigliserida pada penderita asam urat dapat dipicu oleh kondisi gaya hidup tidak sehat seperti obesitas dan penyalahgunaan konsumsi alkohol.
Berdasarkan penelitian belum lama ini dalam jurnal “Prog Med” (2004), justru terkumpul bukti-bukti yang menunjukkan hubungan erat antara asam urat dengan sindrom resistensi insulin (sindrom metabolik). Yaitu tingginya kadar insulin justru mendorong peningkatan penyerapan kembali asam urat di ginjal dan meningkatkan konsentrasi trigliserida. Oleh karena itu, hubungan antara kadar asam urat yang tinggi dan kadar trigliserida yang tinggi lebih dikaitkan dengan resistensi insulin.

Sedangkan adanya kadar trigliserida yang tinggi pada penderita asam urat lebih berkaitan dengan peningkatan keadaan arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri) yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan makanan kaya lemak yang juga kaya purin seperti jeroan dan daging merah.


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts