Senin, 16 Desember 2019

Apakah benar penderita HIV harus dikarantina? Sebuah pertanyaan yang cukup menyakitkan jika sampai didengar oleh penderita HIV/AIDS dan atau keluarganya. HIV/AIDS, sebuah sindroma yang masih menjadi momok bagi sebagian besar penduduk dunia karena sindroma ini masih sulit disembuhkan maupun dicegah sehingga mengakibatkan kematian bagi pengidapnya.



Selain itu HIV/AIDS bukan sekadar dianggap sebagai penyakit maut, melainkan juga identik dengan penyakit orang yang tidak bermoral, karena bagi sebagian besar masyarakat, yang terekam mengenai HIV/AIDS aalah penularan yang melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik narkoba. Adapun penularan melalui tranfusi darah dan lain sebagainya masih tidak terlalu dipedulikan.

Sehingga pengidap AIDS dipandang sebagai manusia rendah yang layak untuk dikucilkan. Padahal banyak juga penyakit mematikan lainnya yang tidak terlalu dipandang rendah sebagaimana HIV/AIDS.

Kembali ke pertanyaan apakah benar penderita HIV harus dikarantina? Sebenarnya HIV sebagaimana penyakit menular lainnya, terdapat media spesifik guna dapat menularkan virus yang memakan sistem kekebalan tubuh ini. HIV tidak mudah menular begitu aja sebagaimana layaknya penyakit influenza yang menular dengan mudah melalui udara dan oral.

HIV hanya dapat ditularkan melalui media cairan dalam jumlah banyak, yang lebih spesifik adalah cairan darah dan cairan seksual (sperma, cairan vaginal ketika orgasme). HIV tidak dapat ditularkan melalui keringat, air seni dan bahkan cairan ludah. Oleh karena itu perilaku berisiko yang mampu menularkan HIV adalah hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, ibu kepada janin yang dikandungnya atau ibu kepada bayi yang disusui.

Jadi jika ada orang yang mengidap HIV, asalkan tidak berhubungan dengan darah ataupun cairan sekual dan yang terkait dengan kedua media pengidap HIV, tidak perlu khawatir akan tertular.

Bahkan seorang istri yang berhubungan seksual aktif dengan suami pengidap HIV ataupun sebaliknya, asalkan mengenakan pengaman (kondom), maka dapat aman dan tidak tertular oleh virus. Sehingga masih adakah pertanyaan apakah benar penderita HIV harus dikarantina? Jawabannya adalah tidak, karena dapat ditanggulangi dengan cara menghindari berkenaan dengan arah penderita secara langsung, dalam arti dari pembuluh ke pembuluh. Jika hanya mengobati luka pengidap pun tidak masalah.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts